Semua cerita horor yang ada didalam blog ini saya dapatkan dari berbagai sumber. Namun, beberapa cerita diantaranya ada yang saya alami sendiri.
Minggu, 13 Oktober 2019
Cerita Aneh : Free Wifi
Namaku Masha dan usiaku 16 tahun. Aku tinggal di sebuah kota kecil di Rusia. Ayahku tidak menghasilkan banyak uang dan keluargaku tidak terlalu kaya. Ada banyak hal yg tidak bisa kita beli. Salah satunya adalah Internet.
Suatu hari, ketika aku di sekolah, salah satu teman ku mengatakan kepada ku bahwa dia mendengar tentang layanan baru yang memberi kita akses gratis ke Internet. Dia mengatakan bahwa yg harus aku lakukan hanyalah terhubung ke jaringan mereka, yg disebut "Wifi Gratis" dan kemudian aku akan dapat menjelajahi konten2 yg aku sukai tampa perlu membayar.
Malam itu, setiba di rumah, aku memutuskan untuk mencobanya. Ku buka laptopku dan mencari jaringan bernama "Free Wifi". Sinyal sangat bagus, jadi saya memilihnya dan mengklik "Connect". Browser Internet saya muncul dengan latar belakang hitam dan huruf merah menyeramkan. Disana tertulis: “Selamat datang di jaringan Free Wifi. Terima kasih telah berkunjung! Kami tidak memerlukan pembayaran apa pun. Kami tidak memerlukan pendaftaran apa pun. Yg kami minta adalah beberapa informasi dasar tentang pengunjung kami. Tolong jawab pertanyaan berikut. ”
Ada empat gambar di halaman tsb. Bus, perahu, kereta api dan pesawat.
Di bawahnya, ada pertanyaan: "Transportasi apa yg biasa Anda gunakan?" Aku bersepeda ke sekolah, ayahku tidak memiliki mobil dan kami tidak pernah bisa pergi ke mana pun berlibur. Aku tidak menggunakan salah satu alat transportasi di atas. Jadi aku pun memilihnya secara acak. Dan yg ku pilih adalah kereta.
Kemudian muncul, “Terima Kasih” di monitor laptopku. Akhirnya aku dapat menjelajahi Internet secara gratis, batinku. Aku sangat senang. Ini adalah jawaban atas semua masalahku. Sekarang, aku dapat tetap berhubungan dengan teman-teman di Facebook, Twitter dan Instagram.
Namun, keesokan harinya...
Namun, keesokan harinya, ketika aku sedang menonton TV, acara itu terganggu oleh sebuat berita. Reporter berita setempat mengatakan bahwa ada kecelakaan yg mengerikan. Sebuah kereta api tergelincir dan keluar dari rel persis ketika melintasi jembatan. Beberapa gerbong jatuh ke sungai di bawah dan hampir semua orang di dalamnya tewas.
Aku merasa ngeri. Saat itulah aku ingat situs web yg aku kunjungi malam sebelumnya. Tapi mungkinkah? Tanyaku pada diriku sendiri. Terlalu bodoh rasanya percaya bahwa itu adalah ulahku. Ya, itu pasti hanyalah sebuah kebetulan. Tapi aku juga berpikir apakah hal yg sama akan terjadi jika aku memilih pesawat? Saya telah memilih gambar kereta api. Gagasan itu menggelikan.
Malam berikutnya, aku perlu menggunakan jaringan itu lagi. Halaman yg sama muncul namun dg pertanyaan yg berbeda.
Ada 4 gambar rumah: Sebuah bungalow, sebuah rumah dua lantai, sebuah rumah tiga lantai dan sebuah gedung apartemen.
Di bawahnya, dalam huruf-huruf merah besar yang menyeramkan, tertulis: "Tipe rumah apa yang kamu tinggali?" Keluarga ku tinggal di sebuah bungalow dan aku nyaris saja memilih opsi itu ketika aku jari2ku terhenti di atas mouse dan siap mengklik gambar tsb. Bagaimana jika kecurigaanku itu benar? Aku bertanya-tanya. Itu adalah pemikiran yang bodoh, tapi aku tidak bisa mempertaruhkan keselamatanku juga keluargaku.
Sebaliknya, aku mengklik gedung apartemen, agar aman. Kemudian muncul dua kata di lahar. "Terima Kasih". Dan aku dapat terhubung ke Internet lagi.
Keesokan harinya, gedung apartemen di dekat sekolahku terbakar. Untungnya, kebakaran terjadi pada siang hari, jadi kebanyakan orang tidak ada di rumah. Sekitar 20 orang tewas dalam kobaran api. Polisi mengatakan mereka mencurigai adanya pembakaran.
Aku khawatir. Itu mulai tampak seperti lebih dari sekedar kebetulan. Tidak peduli betapa gilanya itu, aku memiliki kecurigaan bahwa entah bagaimana, jaringan Free Wifi inilah yg menyebabkan tragedi ini. Aku memutuskan bahwa akan lebih baik jika aku tak lagi menggunakannya.
Malam itu...'
Malam itu, aku mulai meragukan diriku sendiri. Semakin aku memikirkannya, semakin konyol rasanya. Apakah aku menjadi paranoid? Bagaimana bisa koneksi ke jaringan Free Wifi dapat menyebabkan kematian lebih dari 100 orang. Siapa yang akan percaya hal seperti itu?
Setelah merenungkannya selama hampir satu jam, aku yakin itu hanya kebetulan yg gila. Ku keluarkan laptop ku, aku menyalakannya dan kembali terhubung ke Wifi Gratis.
Browser Internet ku terbuka. Ada 4 foto lagi. Ketika aku melihat mereka, aku mengeluarkan nafas ngeri.
Foto-foto itu adalah dari ibuku, ayahku, adik perempuanku dan aku sendiri.
Di bawahnya, tertulis dalam huruf merah besar yang menyeramkan: "Manakah dari ke empat foto ini yg merupakan anggota keluarga favoritmu?
Sumber: https://www.instagram.com/horor_story/?hl=id
Terimakasih Atas Kunjungannya.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Selalu Gunakan kata-kata yang baik setiap berkomentar.
Terimakasih.